Saturday, September 26, 2015

Beberapa Cara dalam Mendidik Anak

Anak merupakan amanah di pundak kedua orang tuanya, belahan hatinya yang suci, mutiara paling berharga yang belum ber'warna'. Oleh karena itu anak siap untuk dibentuk dan dibawa ke manapun dia akan dibawa. Jika anak dibiasakan dan diajari hal-hal yang baik, maka dia akan tumbuh dengan baik dan tentu akan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat. Kedua orang tua, guru, dan pembimbingnya juga akan memperoleh pahala darti kebaikan itu. Jika dia dibiasakan dan diajari hal-hal yang buruk, diabaikan layaknya binatang, tentu dia akan menderita dan rusak. Orang yang seharusnya bertanggung jawab atas dirinya ikut berdosa.  Allah Swt berfirman;
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka." (At-Tahrim:6).
Sekalipun bapaknya memlihara dari api dunia, tapi memliharanya dari api neraka jauh lebih baik. Bapak juga berkewajiban memliharanya dengan mendidik, membimbing, mengajarinya akhlak yang baik dan menjauhkannya dari teman-teman yang buruk.

Berikut beberapa cara dalam mendidik anak :
1. Tidak membiasakan hidup mewah, tidak membuatnya menyenangi hiasan dan kesenangan, sehingga akan membiasakan umurnya untuk mendapatkan kesenangan dan kemewahan tersebut setelah besar nanti yang akhirnya justru menyeretnya kepada kehancuran.

2. Orang tua harus mengawasinya sepanjang masa, tidak mengambil pembantu atau orang yang menyusui kecuali wanita shalihah, berpegang teguh kepada agama dan hanya memakan yang halal-halal.

3. Pengawasan terhadap anak dilakukan dengan cara yang baik. Jika anak merasa malu dan tidak mau melakukan sebagian perbuatan, maka hal itu tidak dilakukan kecuali karena kemuliaan akalnya
\.
4. Jika ada sifat-sifat anak yang menjurus kepada keburukan tatkala makan, maka dia harus segera diarahkan, seperti anjuran untuk makan dengan tangan kanan, membaca basmallah sebelum makan, mengambil makanan yang dekat dengan tempatnya, tidak meninggalkan tempat makan lebih dahulu dari yang lain, tidak  memandang dengan pandangan yang tajam kepada orang lain yang makan dengannya, tidak terlalu cepat ketika makan, tidak bersuara ketika mengunyah, tidak menyuap secara terus-menerus tanpa ada jaraknya.

5. Membiasakannya mengenakan pakaian tidak berwarna-warni dan sutera, mengarahkan anak yang terlanjur menyenangi kemewahan dan mengenakan pakaian untuk gagah-gagahan.

6. Memberikan bimbingan dan pengarahan, diberikan kjesibukan di sekolah untuk mempelajari Al-Qur'an, hadits, kisah para pejuang Islam dan keadaan mereka, agar di dalam jiwanya tertanam kecintaan kepada orang-orang shalih. []. (sumber : Ensiklopedia Wanita Muslimah)

No comments:

Post a Comment